Kamis, 17 Juli 2014

Pagi Dalam Kata







Hidup kita ini ditulis di atas kertas dan tulisan itu menjadi bacaan banyak orang.
Kadang lukisan bagus atas hidup kita disalah-bacakan atau dimaknai secara berbeda.
Di tengah perbedaan hidup, dituntut sikap optimisme
dan rasa penasaran. Ya Penasaran: pagiku dibuka. dengan geliat penasaran

penasaran syarat akan hasrat keingintahuan. selubung kegelapan dan pagi hari telah berada
bersama kehidupan, tetapi membangun mimpi untuk
memenuhi geliat sang penasaran yang ada dalam diri.
Hanya orang yang sedang menghidupi jiwanya yang
mengenal bahwa ada sesuatu yang menjadi sasaran penasaran. Dalam merajut mimpi di tengah warna warni kehidupan ini, tak jarang kita jatuh dalam keadaan hidup yang
berantakkan. Berhadapan dengan kenyataan
berantakan tersebut. Mari memburu mimpi untuk hari baru
ini. Semoga kemauan kita untuk bangun pagi menjadi
tanda bahwa hari ini optimisme menyelimuti harapan
hati kita.

Rabu, 16 Juli 2014






Happy birthday, I wish you days filled with warm sunshine, thousands of happy smiles and laughter, and the priceless loves.

CINTA DALAM KATA




Begitulah cinta, ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…
“Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita–kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresi.


Israel lanjutkan gempur Gaza usai Hamas tolak gencatan senjata

Israel lanjutkan gempur Gaza usai Hamas tolak gencatan senjata

 Sumber : Merdeka.com


Militer Israel hari ini mengatakan meneruskan gempuran ke Jalur Gaza setelah Hamas menolak gencatan senjata yang telah disetujui kabinet Israel.

Pejabat Israel mengatakan gencatan senjata yang ditawarkan oleh Kementerian Luar Negeri Mesir diterima oleh kabinet dan rencananya akan diberlakukan mulai pukul 09.00 hari ini waktu setempat. Kurang dari setengah jam kemudian pejabat senior Hamas mengatakan kepada kantor berita the Associated Press mereka menolak gencatan senjata. 

Hamas mengatakan pemerintah Mesir belum berkonsultasi dengan mereka.

"Kami tidak menerima usulan resmi dari proposal Mesir," kata Sami Abu Zuhri, seperti dilansir stasiun televisi Fox News, Selasa (15/7). Dia menambahkan usulan gencatan senjata itu tidak bisa diterima.

Juru bicara militer Israel Peter Lerner mengatakan setelah menahan serangan selama enam jam Israel kini melanjutkan gempurannya ke Gaza.

Militer Israel menyebut Hamas meluncurkan sekitar 50 roket ke wilayah Israel selama enam jam gencatan senjata. Hingga kini tidak ada laporan korban luka.

Militer Israel juga menyatakan tiga roket ditembakkan ke wilayah selatan Kota Eilat telah melukai dua orang dan memicu kebakaran. Namun pihak militer belum mengetahui dari mana roket itu berasal. Sebelumnya dilaporkan serangan roket di kota itu berasal dari kelompok radikal Islam di Semenanjung Sinai.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan meningkatkan serangan militer kepada Hamas setelah gencatan senjata itu ditolak.

"Jika hamas menolak usulan Mesir untuk gencatan senjata dan serangan roket dari Gaza tidak berhenti maka kami siap melanjutkan dan meningkatkan serangan," kata dia hari ini.

Mesir mengusulkan gencatan senjata tadi malam selama 12 jam dimulai pukul 09.00 tadi pagi. Jika kedua pihak bersedia maka bisa dilanjutkan dengan negosiasi gencatan senjata jangka panjang.




Pria Israel jadi korban tewas pertama 

hantaman roket Hamas



Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld kemarin mengatakan kepada kantor berita the Associated Press, seorang pria tengah mengantarkan makanan bagi para tentara di perbatasan Jalur Gaza tewas kena serangan roket. Pria berusia 30-an tahun itu sedang berada di Perlintasan Erez dengan Jalur Gaza.


Dia menjadi korban tewas pertama dari pihak Israel dalam lebih sepekan perang antara Israel dan kelompok Hamas, seperti dilansir stasiun televisi Fox News, Selasa (15/7). Pejabat kesehatan Palestina menyatakan sejauh ini korban tewas di Gaza sudah mencapai 194 orang dan 1.400 lainnya luka.



Kabar tewasnya laki-laki itu diketahui tidak lama setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji akan meningkatkan serangan kepada Hamas lantaran kelompok itu menolak gencatan senjata.



"Hamas memilih untuk terus melawan dan mereka akan membayar atas keputusannya itu," ujar Netanyahu dalam siaran televisi.



Militer Israel mengatakan Hamas meluncurkan hampir seratus roket sejak pagi kemarin ketika gencatan senjata seharusnya diberlakukan. 












Hamas batasi pergerakan di perlintasan perbatasan dengan Israel

 

 

Hamas mengizinkan sekelompok orang terdiri atas 25 warga Palestina, termasuk mereka ingin berobat, untuk melintas dari Gaza ke Israel, setelah kemarin menutup perlintasan perbatasan.

Tetapi Hamas menolak mengizinkan warga lainnya meninggalkan Gaza atau masuk dari Israel. Ini kata seorang pejabat Palestina bertanggung jawab mengkoordinasi pergerakan di perlintasan Erez kepada kantor berita AFP, seperti dilansir Kantor Berita Ma'an, Rabu (16/7).

Pejabat itu mengatakan sekelompok terdiri atas 13 warga Palestina menderita luka-luka atau sakit diizinkan melintas perbatasan bersama 12 anggota keluarga mereka.

"Tapi tak seorangpun lainnya diizinkan menggunakan perlintasan itu," jelas pejabat enggan disebutkan identitasnya itu.
Seorang pejabat Hamas membenarkan sisi perbatasan di Gaza telah dibuka kembali untuk pergerakan terbatas setelah sebelumnya dinyatakan ditutup.

Saat itu seorang pejabat Hamas mengatakan tak seorangpun diizinkan menggunakan perlintasan tersebut sampai ada jaminan internasional menyatakan wilayah itu tidak akan disasar oleh gempuran Israel.
Pejabat tersebut mengatakan perbatasan itu ditutup demi alasan keamanan setelah wilayah Palestina berulang-ulang kali dibom.

Seorang juru bicara untuk COGAT, satuan Kementerian Pertahanan Israel bertanggung jawab atas perlintasan itu, mengatakan kepada AFP bahwa sisi pelintasan Israel di perbatasan itu tetap buka.

Perlintasan Erez antara Jalur Gaza dan Israel biasanya terbuka bagi warga Palestina yang diberikan izin untuk memasuki negara Yahudi itu, biasanya untuk urusan medis.

Awal pekan ini, warga Palestina yang memegang paspor asing dievakuasi melalui perlintasan itu, mengungsi karena terjadi serangan Israel yang sejauh ini telah merenggut hampir 200 orang.

Selasa, 15 Juli 2014

SENJA SA'AT JEDA



Masa dimana kita mendaki sa'at -sa'at jeda. di sanalah biasanya Berangsur mereda tapi justru aku enggan menyudahinya. Untuk merenungkannya, menandainya. kemudian melukiskanya. Semacam ikhtiar merekam jejak ruang sejarah yang selalu bergerak maju, sembari berharap senja itu senantiasa menyala, agar dapat mendedah dan terus menggambarkan maknanya. Seperti lautan lepas yang berisi perahu kertas melintas dalam benak akan  tiada akhir kata indah

untuk kulukiskan seorang dengan paras ayunya







Senin, 14 Juli 2014

Shimpony Dan Keindahan


Kala Mentari bersinar, nafas kehidupan dimulai alunan simpony dan keindahan melahirkan kedamain di alam pagi' senyuman dan mataMu masi terngiang di benak bak mentari kau selalu sejukan hati.. Untuk kau dan dia/// www. Geovano Ovan. com


Perkataan Hitler Tentang Yahudi dan History Rachel Corrie
Bangsa Yahudi Israel beberapa hari terakhir ini kian terkutuk. Seolah-olah Israel telah menjadi musuh bersama bangsa-bangsa lain di bumi ini. Apalagi penyebabnya kalau bukan insiden penyerangan terhadap kapal Mavi Marmara di Senin pagi. Tidak hanya para pimpinan dunia yang mengeluarkan kecaman keras terhadap Israel. Situs-situs jejaring sosial beberapa hari ini dibanjiri komentar, kecaman, kutukan terhadap Israel.
Yang ironis, tidak sedikit publik yang menyatakan penyesalannya atas kejatuhan Nationalsozialismus alias Nazi dalam perang dunia kedua. Tak lain alasannya, partai bentukan sang fasis, Adolf Hitler, itulah yang paling getol membasmi keturunan Yahudi di semua pelosok negeri jajahan Jerman di belahan Eropa.
Menariknya, pasca insiden Mavi Marmara, entah kebetulan atau tidak, di situs-situs jejaring sosial tersebar sebuah pernyataan yang konon dilontarkan Hitler semasa jayanya. Pernyataan itu jika disimak seakan menjadi misteri dasar kebijakan genosida Nazi Jerman terhadap kaum Yahudi di Eropa. Namun, genosida Yahudi oleh Nazi di masa kini kembali dijadikan polemik, mitos atau bukan?
"Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstören, aber ich lasse ein wenig drehte-on,so können Sie herausfinden, warum ich sie getötet"
"Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka"
Benarkah ada pernyataan semacam di atas yang dilontarkan Adolf Hitler yang ternama itu? Hingga kini kita juga belum pernah tahu. Mungkin saja ini sekedar informasi yang tidak jelas alias hoax.
Memang terlepas dari benar atau tidak, perkataan Hitler atau bukan tapi kenyataannya adalah memang benar kelakuan bangsa Israel ini sungguh-sungguh diluar prikemanusian. Berikut foto-foto kekejaman tentara dan oran-orang Yahudi, bahkan anak-anakpun diajarkan bagaimana memperlakukan orang Palestina.
Tanggal 16 Maret kemarin, genap enam tahun kematian Rachel Corrie, mahasiswi dan aktivis kemanusiaan asal Olympia, Washington, Amerika Serikat. Ia datang ke Jalur Gaza bersama para aktivis lainnya yang tergabung dalam International Solidarity Movement (ISM). Corrie adalah bagian dari kisah kekejaman pasukan Zionis Israel di Palestina. Corrie masih berusia 23 tahun ketika tentara Zionis Israel melindasnya dengan buldoser buatan perusahaan Caterpillar hingga ia tewas. Peristiwa itu terjadi pada 16 Maret 2003-beberapa hari sebelum serangan AS ke Irak-di Rafah, ketika Corrie berusaha menghalang-halangi pasukan Zionis yang ingin menghancurkan sebuah rumah milik warga Palestina.
Saksi mata mengatakan, sopir buldoser Israel sengaja melindas Corrie karena saat itu posisi Corrie terlihat jelas dan mengenakan jaket warna oranye menyala. Namun laporan militer Israel yang dirilis pada bulan Juni 2003 menyebutkan apa yang terjadi pada Corrie adalah “kecelakaan”.
Organisasi-organisasi hak manusia mengkritik laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “laporan yang menipu”. Setahun kemudian, kepala staff Menlu AS ( waktu itu dijabat Collin Powell) Kolonel Lawrence Wilkerson mengatakan pada orangtua Corrie bahwa hasil investigasi militer Israel “tidak kredibel, tidak menyeluruh dan tidak transparan.”
Orang tua Corrie lalu mengajukan gugatan hukum terhadap negara Israel, Militer Israel dan perusahaan Caterpillar-perusahaan yang mengekspor kendaraan-kendaraan
berat ke Israel-pada tahun 2005 atas kematian puterinya. Namun pengadilan Federal menolak gugatan itu pada tahun 2007, terutama gugatan terhadap perusahaan Caterpillar dengan alasan mereka tidak bisa menuntut perusahaan yang berbasis di Illinois itu atau menuntut Israel sebagai negara karena hal itu mengharuskan mereka untuk mengeluarkan putusan hukum terkait kebijakan luar negeri AS yang sudah ditetapkan Gedung Putih.
Dalam putusannya, tiga hakim dalam pengadilan tersebut mengatakan bahwa gugatan orangtua Corrie tidak bisa diproses lebih lanjut secara hukum. Karena jika dilanjutkan, sama artinya pengadilan harus mempertanyakan secara implisit, bahkan mengecam kebijakan luar negeri AS terhadap Israel.
Naima Shayer, warga Palestina yang bersahabat dengan Corrie mengungkapkan kenangannya tentang Corrie. Waktu itu, Corrie sudah tinggal bersama keluarga Naima selama 23 hari. Naima tahu berita kematian Corrie dari keponakan perempuannya. Ia masih tak percaya karena beberapa jam sebelumnya, Corrie masih segar bugar dan mencium Naima berkali-kali sambil mengucapkan selamat tinggal. Naima tidak berfirasat buruk karena Corrie memang sering bersikap seperti itu. Tapi ketika ia menyaksikan berita kematian Corrie di televisi karena dilindas buldoser Israel. Barulah ia percaya. Naima dan keluarga hanya bisa menangis. “Dia sangat baik pada kami. Dia sudah kami anggap sebagai keluarga kami sendiri,” kata Naima mengenang Corrie.
Hari ini, para aktivis ISM di kota Rafah memperingati enam tahun kematian Corrie dengan menerbangkan layang-layang. Satu layang-layang diterbangkan untuk memperingati kematian Corrie dan 14 layang-layang diterbangkan untuk menghormati sekitar 1.400 warga Gaza yang menjadi korban agresi brutal Israel bulan Januari kemarin.
Salah satu peristiwa yang paling populer didunia yang memperlihatkan kekejaman Israel, seorang pria bernama Jamal yang terluka parah ditembak bersama anaknya Muhammad Al Durra tewas oleh tentara Israel. Sang anak sudah berbicara kepada ayahnya dengan kata kata " Demi Allah lindungi aku ayah" sambil ketakutan tapi dengan membabi buta tentara Israel tetap menembaki mereka. Ketika ambulan yang mau menyelamatkan sepasang ayah dan anak inipun tak lepas dari tembakan tentara Israel, seorang supir ambulan Bassam al Bilbeisi tewas terkena tembakan. inilah foto-fotonya...
Sumber: bakauheni.com, detikpos.net, wikipedia dan berbagai sumber.
Muslim Gaza, Yahudi dan Hitler
Tiga kata di atas punya keterkaitan. Mungkin masih ingat dengan seorang tokoh partai Nazi yang bernama Adolf Hitler. Banyak orang menggolongkan Hitler adalah salah satu tokoh terkejam terhadap kemanusiaan, diktator, penjahat perang dan lain-lain. Ketik berbicara tentang Hitler, yang akan terbayang pada kepala adalah pembunuhan atas berjuta-juta kaum komunis Soviet dan Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia I. Atas kekejamannya membunuh jutaan kaum Yahudi tersebut, Hitler dianggap sebagai tokoh pelanggar HAM berat. 
Masa berganti masa, namun cerita tentang Hitler seolah-olah tak pernah habis untuk dibahas. Banyak sekali pendapat-pendapat yang ditulis, riset-riset yang ditemukan tentang apa dan siapa Hitler. Namun pernahkah kita menganalisis secara sederhana mengapa Hitler begitu kejam terhadap Yahudi? Bangsa Yahudi diakui sebagai bangsa yang besar, ras manusia yang punya potensi unggul, bahkan terbukti banyak dari golongan Yahudi yang kemudian menjadi orang-orang terkenal, tokoh terkemuka di segala bidang. Sentimen terhadap ras lah sebenarnya yang membuat Hitler begitu benci, karena ia menganggap bangsa Jerman (Ras Arya) adalah bangsa yang paling unggul dibandingkan dengan Yahudi. Sentimen tersebut kemudian ditambah lagi dengan suasan politik dan ekonomi yang dimainkan beberapa negara di Eropa pada masa Perang Dunia I.
Kekejaman Hitler terhadap kaum Yahudi sudah tidak diragukan lagi. Jutaan orang tewas di bunuh secara brutal dengan cara-cara yang beragam; ditembak, digantung, dan yang paling kejam adalah dibunuh secara massal dalam sebuah kamp konsentrasi yang diberi nama Auschwitz, dimana orang-orang Yahudi dibunuh dengan gas beracun secara massal dalam kamp tersebut. Apa dan bagaimana kekejaman Hitler di Auschwitz ini dapat kita saksikan dalam sebuah film dokumenter yang berjudul The Nazi’s and The Final Solution.
Nah, masa Hitler telah berlalu. Dihadapan kita sekarang masa telah berganti. Sekarang kita bisa saksikan saudara-saudara kita di Gaza, Palestina sana bagaimana mereka bertahan hidup dari serangan-serangan zionis Yahudi. Muncul satu pertanyaan dalam diri, inikah yang ditakutkan oleh Hitler dulu? Ketika bangsa Yahudi terus berkuasa dengan serakahnya, ketika dimana HAM yang mereka ciptakan toh mereka juga yang melanggarnya? Jika saat ini kaum Muslim di seluruh dunia tengah mengutuki aksi zionis Yahudi yang membunuhi kaum Muslim Palestina secara membabi buta, bahkan menyatakan perang terhadap bangsa Yahudi, lantas bisakah kita memberikan apresiasi dan ucapan ‘terima kasih’ kepada mendiang Hitler atas jasanya-paling tidak- turut membantu dalam mengurangi jumlah kaum yahudi di dunia ini? Well, yang saya ketahui dan yang pernah saya baca, Hitler tidak pernah membantai kaum Muslim. Kaum Muslim bukan sasaran Hitler pada saat itu. Bahkan dari catatan Hitler yang telah dibukukan berjudul Mein Kampf pun tidak pernah ada tulisan Hitler yang menodai umat Muslim.
Terlepas dari benar atau tidaknya tindakan Hitler terhadap kaum Yahudi atau terlepas dari bagaimana sekarang zionis Yahudi membantai dengan sangat kejamnya umat Muslim Gaza Palestina, yang jelas perang adalah kekejaman, perang adalah kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan yang universal, dan perang hanya akan menimbulkan kesengsaraan. Siapapun kita, jika masih punya nurani kemanusiaan, maka sudah sepantasnya kita marah akan kekejaman yang dilakukan oleh zionis Yahudi terhadap umat Muslim di Gaza Palestina. 
Benak saya pun pada akhirnya bertanya-tanya tentang tokoh bernama Hitler ini, benarkah Hitler penjahat perang, tokoh paling durjana, pelanggar HAM berat? Jika kita lihat pada sudut pandang kenyataan sekarang bagaimana kekejaman yang luar biasa yang dilakukan zionis Yahudi terhadap umat Muslim Palestina? Siapakah penjahat perang sebenarnya? Dan bisakah Hitler digolongkan sebagai seorang Mujahid untuk jutaan Yahudi yang telah berhasil dibunuhnya? Mari bersama kita renungkan. 

"HOLOCAUST"
Setiap bulan Mei, tepatnya tanggal 9, dunia Barat, khususnya mantan pasukan Sekutu, merayakan berakhirnya Perang Dunia II. Bagaimana pun juga, perang yang akibatnya hampir melanda seluruh dunia itu telah menorehkan sejarah tersendiri bagi umat manusia. Dunia masih ingat, Perang Dunia II menyisakan kenangan tentang kekejaman paham ultra-nasionalis Nazi, dan holocaust.
Holocaust adalah peristiwa pemusnahan hampir seluruh Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman dan kelompoknya selama Perang Dunia II. Orang Yahudi sering menyebut peristiwa ini sebagai Shoah, istilah Ibrani yang berarti malapetaka atau bencana hebat. Holocaust sendiri berasal dari bahasa Yunani, holo yang artinya seluruh, dan caustos yang berarti terbakar. Secara asal, holocaust artinya adalah persembahan api atau pengorbanan religius dengan pembakaran. Konon, Nazi Jerman dipercaya telah memusnahkan sekitar 5,6 sampai 5,9 juta orang Yahudi.
Kebencian Jerman
Latar belakang cerita pemusnahan ini terletak jauh setelah akhir Perang Dunia I (PD I) di mana Jerman berada pada pihak yang kalah. Waktu itu, banyak orang Jerman yang menyalahkan Yahudi sebagai sebab kekalahan Jerman pada PD I, beberapa bahkan mengklaim Yahudi telah berkhianat kepada negara selama perang. Tambahan lagi, pada akhir PD I, sekelompok Yahudi mencoba mengobarkan revolusi ala Bolshevik Soviet di negara bagian Jerman, Bavaria. Orang Jerman semakin menganggap Yahudi adalah musuh yang berbahaya bagi negara.
Saat itu, Nazi sebagai sebuah partai politik mampu menarik massa dengan basis pandangannya yang anti Semit. Hitler, pemimpin Nazi, menyalahkan keadaan buruk Jerman pada akhir PD I pada konspirasi Yahudi internasional. Nazi percaya Yahudi bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai degenerasi masyarakat modern.
Ketika Nazi naik panggung politik, kebijakan yang menekan Yahudi pun diterapkan. Hak-hak Yahudi dicabut, harta benda mereka disita, rencana untuk mengusir mereka keluar Jerman dirancang, sampai, konon, pemusnahan fisik yang berarti pembantaian.
Musim semi 1941, Nazi mulai membantai Yahudi di Uni Soviet yang dianggap sebagai sumber hidup Bolshevisme. Orang Yahudi menggali lubang kubur mereka sendiri kemudian ditembak mati. Musim gugur tahun yang sama, Nazi meluaskan pembantaian ke Polandia dan Serbia. Kamp pembantaian untuk Yahudi mulai dibangun di Auschwitz, Dachau, Bergen-Belsen. Kamp itu dilengkapi kamar gas dan tungku besar. Mereka menggunakan kamar gas untuk membunuh orang Yahudi. Beberapa orang Yahudi dimasukkan ke dalam kamar gas, kemudian gas Zyklon-B, sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, dialirkan. Ada juga cerita orang Yahudi yang dibakar hidup-hidup dalam tungku. Bahkan, ada yang percaya Nazi Jerman membuat sabun dari lemak orang Yahudi dan kelambu lampu dari kulit orang Yahudi.
Sejarah Dipertanyakan
Selama kurang lebih 2 dekade, ‘sejarah’ pembantaian ini bertahan di benak orang. Kesaksian dan memoar orang Yahudi yang bertahan hidup dari holocaust menceritakan semua kengerian di atas. Sampai pada 1964, Paul Rassinier, korban holocaust yang selamat, menerbitkan The Drama of European Jews yang mempertanyakan apa yang diyakini dari holocaust selama ini. Dalam bukunya, ia mengklaim bahwa sebenarnya tak ada kebijakan pemusnahan massal oleh Nazi terhadap Yahudi, tak ada kamar gas, dan jumlah korban tidak sebesar itu.
Arthur Butz menerbitkan The Hoax of the 20th Century: The case against the presumed extermination of European Jewry pada 1976. Ia mengklaim bahwa gas Zyklon-B tidak digunakan untuk membunuh orang tapi untuk proses penghilangan bakteri pada pakaian.
Mengenai kematian massal di Auschwitz, Robert Faurisson, profesor literatur di University of Lyons 2 mengklaim tipus-lah yang membunuh para tawanan itu, dan bukan kamar gas.
Seorang ahli konstruksi dan instalasi alat eksekusi dari AS, Fred Leuchter, pergi ke Auschwitz dan mengadakan penyelidikan serta tes di tempat itu. Kesimpulannya adalah kamar gas di Auschwitz tidak mungkin digunakan untuk membunuh orang.
Setelah orang-orang ini mempertanyakan kebenaran holocaust, gelombang kritisasi dan penyangkalan terhadap apa yang terjadi di holocaust mulai bangkit. Mereka yang meragukan kebenaran holocaust ini menyebut dirinya sebagai revisionis.
Holocaust yang Meragukan
Secara umum, revisionis setuju dengan sejarawan lain bahwa negara Jerman di bawah Nazi memperlakukan Yahudi dengan kejam dan bengis. Pencabutan hak-hak Yahudi, penawanan di ghetto, kerja paksa, penyitaan harta benda dan deportasi dari Jerman merupakan hal-hal yang masih diiyakan oleh para revisionis. Yang disangkal para revisionis adalah bahwa Jerman mempunyai kebijaksanaan tertentu untuk memusnahkan orang Yahudi dengan memasukkan mereka ke kamar gas atau tungku. Revisionis juga menyatakan jumlah 5,9 atau 6 juta korban sebagai pernyataan tanpa bukti yang dibesar-besarkan.
Keraguan-keraguan revisionis ini bersumber dari tidak adanya dokumen Jerman yang berisi masterplan pemusnahan orang Yahudi di Eropa. Tidak ada dokumen tentang perintah, rencana, anggaran, rancangan senjata untuk pemusnahan Yahudi. Yang ada hanyalah ucapan-ucapan petinggi Nazi yang menggambarkan kebencian terhadap Yahudi.
Foto-foto tawanan di kamp-kamp di Dachau, Buchenwald, dan Bergen-Belsen juga dipertanyakan penggunaannya. Memang, foto-foto itu menampilkan kondisi tawanan yang memprihatinkan. Tapi, revisionis yakin bukan penyiksaan dan kamar gas-lah yang menyebabkan mereka seperti itu. Sebabnya adalah lebih karena malnutrisi, epidemi tipus, disentri, dan diare. Penyakit-penyakit ini malah timbul sebagai akibat pemboman pasukan sekutu yang memutus jalur distribusi pangan, obat, dan pelayanan sanitasi.
Anehnya lagi, foto-foto yang selalu ditampilkan dalam sejarah adalah foto-foto yang mengerikan. Padahal pihak revisionis berhasil menemukan foto-foto yang diambil pada saat yang sama namun menampakkan para tawanan yang sehat. Mereka bercakap-cakap sambil tertawa di kamp. Ada kerumunan tawanan yang bergembira melempaarkan topi merayakan pembebasan mereka. Namun, mengapa foto-foto yang terakhir ini tak pernah muncul?
Kamar gas memang ditemukan di Auschwitz. Namun, para revisionis mengklaim bahwa kamar gas beserta Zyklon-B tidak mungkin digunakan untuk eksekusi manusia, melainkan untuk pengasapan pakaian agar bakteri-bakteri di pakaian mati. Dari prosedur kesehatan inilah, mitor pembunuhan dengan kamar gas muncul.
Museum Auschwitz, museum tentang holocaust, selama 50 tahun mengklaim bahwa 4 juta manusia dibunuh di sana. Sekarang mereka malah mengklaim mungkin hanya 1 juta korban. Revisi klaim ini pun tidak didukung oleh dokumentasi 1 juta orang tersebut. Lalu, kebohongankah jumlah 3 juta manusia selama setengah abad itu?
Hal yang penting lagi adalah jika memang ada pembunuhan massal di Polandia terhadap Yahudi tentu Palang Merah, Paus, pemerintah sekutu, negara netral, pemimpin terkemuka waktu itu akan tahu dan menyebutnya dan mengecamnya. Tapi ternyata tidak ada.
Winston Churchill menulis 6 jilid karya monumentalnya, The Second World War, tanpa menyebut tentang program Nazi untuk membantai orang Yahudi. Eisenhower menulir memoarnya, Crusade in Europe, juga tak menyebut tentang kamar gas.
Keuntungan dari Cerita Sedih
Manakah yang benar? Revisionis atau pro-holocaust yang mempertahankan jumlah 6 juta korban, pembantaian terencana, dan kamar gas? Wallahu a’lam. Yang jelas ada keuntungan dari gembar-gembor holocaust yang mungkin dilebih-lebihkan ini. Keuntungan tersebut adalah untuk orang Yahudi.
Yahudi yang merasa menjadi korban kemudian meminta tanah di Palestina, meminta ganti rugi kepada Jerman, dan meminta dana pembangunan ke negara lain sambil terus memelihara ingatan dunia akan holocaust. Rakyat Palestina-lah yang menderita.
“Seluruh negara Yahudi dibangun di atas kebohongan holocaust.. apa bukti Hitler dan Nazi membunuh 6 juta Yahudi di kamar gas? Tidak ada bukti sama sekali, kecuali kesaksian dari sedikit Yahudi yang selamat. Jika 6 juta Yahudi telah dibakar, tentu akan ada segunung abu manusia, tapi kita tidak pernah mendengarnya. Tidak ada juga oven yang mampu membakar jutaan orang tanpa ada yang mencium baunya. Tidak ada bukti tentang sejumlah itu Yahudi yang hidup di Jerman pada 1930-an. Jumlah mereka kurang dari 4 juta dan setengah dari mereka telah mengungsi ke Soviet selama perang.” Kata Mahmud Al-Khatib di harian Al-Arab Al-Yaum di Yordania.
Mufti Jerusalem, Syaikh Ikrimah Sabri, di New York Times berkata, “Banyak terjadi pembunuhan massal di dunia ini. Mengapa holocaust ini terasa lebih penting? Jika ini adalah permasalahan kita, tak ada yg peduli –entah ketika tentara perang Salib membantai muslim atau pembunuhan massal terhadap rakyat Palestina oleh Israel. Dan kita tidak terus menerus menggunakan dan menggunakan pembantaian ini untuk mengingatkan dunia tentang hutang dunia terhadap kita.
Saya tidak pernah menolak bahwa holocaust terjadi, tapi kita percaya bahwa jumlah 6 juta itu dilebih-lebihkan. Yahudi menggunakan isu ini, dalam banyak cara, untuk memeras Jerman secara finansial. Holocaust merupakan alasan bahwa tidak ada kerusuhan yg lebih besar terhadap Israel sebagai sebuah kekuatan pendudukan. Holocaust melindungi Israel. Bukanlah kesalahan kita jika Hitler membenci Yahudi. Bukankah mereka (Yahudi) sangat dibenci di mana pun?”
Detil-detil holocaust masih merupakan misteri. Yahudi masih berkepentingan menjaga holocaust semengerikan mungkin sepanjang masa dengan cara apa pun. Revisionis masih mengungkap konspirasi di balik propaganda holocaust ini. Alhamdulillah, umat Islam di negeri kita sekitar sepuluh tahun lalu menolak beredarnya film Schlinder’s List yang menceritakan penderitaan Yahudi di bawah Nazi. Jika kita menontonnya, mungkin kita akan menangisi penderitaan orang Yahudi dan lupa akan betapa biadabnya Yahudi membantai rakyat Palestina

SUMBER :
coteng-kekejamanperangnazi.blogspot.co





Love Is Like Wind, We Cannot See It But We Can Feel It

 

Jika cinta memanggilmu, ikutilah walau jalan berliku " Sepotong karya sastra dari Kahlil Gibran ini, mengingatkan kita bahwa semua orang didunia ngga’ akan luput dari proses jatuh cinta. Semua orang akan menemukan ‘N melewatinya. 


Potensi itu sebenarnya sudah ada sejak seseorang dilahirkan. Maka jangan heran kalo’ adikmu yang masih Preschool bilang kalo’ ia suka ama temannya. Hanya saja, potensi itu bakal keliatan banget saat usiamu memasuki pubertas. dalam psikologi perkembangan, masa ini dibilang sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke remaja.

Yach … itulah cinta, abstrak tapi dapat membuat segala sesuatu terasa lebih indah dan bermakna.


Love Is Like Wind, We Cannot See It But We Can Feel It …

Praying for the people of Gaza


.ANTARA ISRAEL DENGAN HAMAS BUKAN ISRAEL DENGAN PALESTINA.


Tragedi Palestina dimulai dengan penculikan dan pembunuhan 3 pemuda Israel oleh pihak Palestina, dan dibalas dengan pembunuhan seorang pemuda Palestina oleh ekstrimis Israel yang kini sudah ditangkap. Pada tanggal 7 Juli, Hamas menembakkan 85 roket dari Gaza ke Israel. Sebagai balasan, tanggal 8 Juli Israel memulai operasi militernya. Tanggal 11 Juli, roket diluncurkan dari Lebanon ke Israel.
Palestina, terdiri dari dua wilayah yang terpisah. Wilayah West Bank dan Gaza Strip (Jalur Gaza). Terpisah, sehingga jika Palestina merdeka, maka warga Palestina dari West Bank yang akan bepergian ke Gaza, harus melewati negara lain terlebih dahulu untuk kemudian masuk lagi ke negaranya sendiri di Gaza. Ibu kota pemerintahan berada di West Bank. Pemerintah Otoritas Palestina dijalankan oleh Fatah, sementara Jalur Gaza dikuasai Hamas.
Jalur Gaza (Gaza Strip)
Luas Jalur Gaza adalah 360 km2 (DKI Jakarta : 664 km2 daratan) maka luas Jalur Gaza kira-kira setengahnya DKI Jakarta. Berbatasan dengan Mesir (13km), Israel 59km, sisanya adalah laut Meditteranian.
Jumlah penduduk di Jalur Gaza adalah 1,816,379 (July 2014 est.). Penduduk Muslim 98.0 - 99.0% (Sunni), unspecified <1.0%
Tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 2.91% (Indonesia, 0,91%).
West Bank
Luas West Bank: 5860 km2 (Jabodetabek 4.383 km2). Berbatasan dengan Israel (307km) dan Jordan (97km)
Jumlah penduduk West Bank adalah 2,731,052 (July 2014 est.)
Muslim 80.0 - 85.0% (Sunni), Yahudi 12.0 - 14.0%, Christian 1.0 - 2.5% (Greek Orthodox), unspecified <1.0%. Note: Jumlah penduduk Kristen menurun, disebabkan tingkat pertumbuhan penduduk muslim yang tinggi, dan tingkat kelahiran masyarakat kristen yang menurun.
Tingkat pertumbuhan penduduk West Bank 1.99% (Indonesia, 0,91%).
Ekonomi West Bank
GDP per capita : $ 2,900 (Indonesia $5,200, USA $52,000)
Exports: $846.1 million (2011 est.)
stone, olives, fruit, vegetables, limestone
Imports: $5.474 billion (2011 est.)
Ekonomi Gaza tidak tercatat, mengikut West Bank.
Jika anda perhatikan, nilai expor tidak sepadan dengan nilai impor. Darimana Palestina punya uang untuk belanja impor dan menjalankan roda pemerintahan?
Palestina adalah negara yang memiliki ketergantungan tinggi kepada bantuan asing untuk menjalankan kehidupannya. Merupakan salah satu negara penerima bantuan tertinggi di dunia. Negara-negara donor bagi Palestina adalah Amerika dan Canada, Uni Eropa, Arab, Israel dan Jepang.
Jika anda menyimak pertikaian Israel - Palestina, anda akan melihat, bahwa Israel selalu berkonflik di Gaza, yang dikuasai oleh Hamas. Sementara otoritas Palestina di West Bank tidak menurunkan militernya, apalagi menembakkan roket ke Israel. Pembelaan aktif yang tidak ada terhadap wilayah negaranya yang dibombardir negara lain.
Sebagai analogi, jika Kalimantan Barat dibombardir Malaysia, apakah kita membiarkan Kalimantan Barat untuk membela diri sendiri saja? Tentu tidak. Pemerintah pasti mengirim TNI.
Terlihat sekali bahwa Otoritas Palestina melakukan pembiaran atas perilaku Israel membombardir Hamas, sekalipun terlihat kuatir terhadap apa yang terjadi atas penduduk sipil di situ. Namun, tidak melakukan apa-apa yang berarti. Malah, Israel menurunkan angkatan daratnya untuk mencari Hamas. Otoritas Palestina tidak bereaksi.
Pembelaan justru datang dari Hezbollah, yang selain meluncurkan roket dari Lebanon, juga akan menerjunkan pasukannya. Hamas memang memiliki hubungan erat dengan Hezbollah.
Dari sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pertikaian ini secara khusus adalah antara Israel dengan Hamas. Bukan Israel dengan Palestina.



Jumat, 11 Juli 2014

Guru Bagaimanakah yang Diinginkan Negara Ini


Ketika mutu pendidikan di negara ini ambruk dari tahun sebelumnya, maka guru disalahkan, bahkan sebagian orang dan lembaga sosial mengatakan guru tiada becus bekerja, namun ketika mutu pendidikan naik, malah Menteri Pendidikan yang mendapat sanjungan dan penghargaan, saat itu seolah-olah guru tidak pernah ada dan berjasa.

Di sisi lain guru senantiasa dituntut untuk mengajar semaksimal mungkin, sistem 24 jam per minggu juga diberlakukan, katanya demi memenuhi kewajiban guru sebagai pengajar, bila tidak mencukupi 24 jam, maka guru yang memiliki tunjangan, tunjangan tidak bisa diambil, padahal melihat kenyataannya seorang guru itu bergelut dengan berbagai macam perilaku anak didik.

Belum lagi guru yang mengajar di daerah konflik dan terpencil, saat darurat militer di Aceh puluhan tahun yang lalu, guru harus menerjang desingan peluru demi mengajar anak bangsa, diinterograsi oleh berbagai pihak, merayap dan tiarap di lantai saat letusan senjata berkecambuk, belum lagi ada yang diculik dan dipukul.

Jarak tempuh yang jauh, medan yang berlumpur laksana kubangan, inilah realita guru di daerah perbatasan, demi sang bintang masa depan mereka rela mengajar saat para pejabat enggan ke sana, tapi sekarang hak mereka ingin direnggut dan diperkosa oleh mereka yang hanya berada di kursi empuk. 

Suara Rakyat Untuk Capres

Bicara problem pemerintahan di Republik ini tentu hingga kini kita belum dapat berharap perubahan secara revolusioner, pascareformasi struktur politik 1998 permasalahan yang sifatnya substansial saja belum dapat diatasi, bahkan cerdik pandai sendiri memperkirakan Negara ini sudah menuju ke arah Failed State. Banyak yang bilang kita hanya menikmati demokrasi prosedural yang high cost yang belum mampu menciptakan demokrasi yang lebih substantif. Di sisi lain Korupsi, kemiskinan, pengangguran, inflasi, terorisme, inefektivitas pembangunan dan berbagai problem yang sebenarnya tetap sama dari tahun ke tahun belum mampu 100% diatasi oleh pemerintah.

Kepercayaan rakyat kepada pemerintah juga tak menunjukkan arah yang positif,  tercermin dari sikap publik yang lebih gampang menghujat daripada memuji, para pejabat kini pun tak banyak mendapatkan tempat di hati rakyat, kata  rakyat: kebanyakan plesir foya-foya habisin duit rakyat, yudikatif pun juga demikian kongkalikong dengan para legislator yang tak bersih akibatnya banyak produk kebijakan cacat hukum hingga tak menangkap aspirasi rakyat, tumpang tindih dengan Konstitusi bahkan di lokus yang lebih kecil peraturah daerah (perda) sendiri banyak yang dicabut.

Sebagai rakyat biasa antara putus asa dan pasrah menjadi tameng yang tidak pernah dapat melindungi, seharusnya perlindungan merupakan kewajiban Pemerintah. Menjelang hari penentuan pemilihan presiden tanggal 9 esok  tentu para calon presiden (capres) semakin genjar mendeksripsikan visi misi dan keunggulan mereka di depan masyarakat, tentu setiap individu memiliki preferensi pilihan tersendiri akan tetapi untuk sekedar mengingatkan bahwa rakyat sudah jenuh untuk melayani para pemimpin kini rakyat akan memulai pilihan baru untuk lebih melayani rakyat sesuai dengan nilai demokrasi. Rakyat sudah bosan dibohongi dengan kharisma palsu pemimpin.

Pembicaraan ini mengarah pada figur-figur berkualitas dengan gaya serving, yang artinya tak segan mengabdikan diri kepada rakyat dengan pendekatan yang tak biasa tapi sebenarnya itulah yang harus dilakukan sebagai abdi rakyat dan Negara. Presiden kelas jelas tak hanya menjadi simbol negara dan pemimpin pemerintahan, akan tetapi menjadi sandaran seluruh rakyatnya yang banyak susah daripada pemimpinnya sendiri.

Jujur saja kita takkan banyak berubah jika tak mendapatkan pemimpin yang benar-benar bisa menjadi pimpinan bukan sok gaya memimpin tapi tak punya jiwa pemimpin apalagi memimpin Republik yang tengah semrawut ini pasti pekerjaan berat bagi orang-orang yang tak punya kompetensi luar biasa. Melalui pemimpinlah bangsa ini akan berubah #  Jokers II jari “