Tragedi Palestina dimulai dengan penculikan dan pembunuhan 3
pemuda Israel oleh pihak Palestina, dan dibalas dengan pembunuhan seorang
pemuda Palestina oleh ekstrimis Israel yang kini sudah ditangkap. Pada tanggal
7 Juli, Hamas menembakkan 85 roket dari Gaza ke Israel. Sebagai balasan,
tanggal 8 Juli Israel memulai operasi militernya. Tanggal 11 Juli, roket
diluncurkan dari Lebanon ke Israel.
Palestina, terdiri dari dua wilayah yang terpisah. Wilayah West
Bank dan Gaza Strip (Jalur Gaza). Terpisah, sehingga jika Palestina merdeka,
maka warga Palestina dari West Bank yang akan bepergian ke Gaza, harus melewati
negara lain terlebih dahulu untuk kemudian masuk lagi ke negaranya sendiri di
Gaza. Ibu kota pemerintahan berada di West Bank. Pemerintah Otoritas Palestina
dijalankan oleh Fatah, sementara Jalur Gaza dikuasai Hamas.
Jalur Gaza (Gaza Strip)
Luas Jalur Gaza adalah 360 km2 (DKI Jakarta : 664 km2 daratan)
maka luas Jalur Gaza kira-kira setengahnya DKI Jakarta. Berbatasan dengan Mesir
(13km), Israel 59km, sisanya adalah laut Meditteranian.
Jumlah penduduk di Jalur Gaza adalah 1,816,379 (July 2014 est.).
Penduduk Muslim 98.0 - 99.0% (Sunni), unspecified <1.0%
Tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 2.91% (Indonesia, 0,91%).
West Bank
Luas West Bank: 5860 km2 (Jabodetabek 4.383 km2). Berbatasan
dengan Israel (307km) dan Jordan (97km)
Jumlah penduduk West Bank adalah 2,731,052 (July 2014 est.)
Muslim 80.0 - 85.0% (Sunni), Yahudi 12.0 - 14.0%, Christian 1.0
- 2.5% (Greek Orthodox), unspecified <1.0%. Note: Jumlah penduduk Kristen
menurun, disebabkan tingkat pertumbuhan penduduk muslim yang tinggi, dan
tingkat kelahiran masyarakat kristen yang menurun.
Tingkat pertumbuhan penduduk West Bank 1.99% (Indonesia, 0,91%).
Ekonomi West Bank
GDP per capita : $ 2,900 (Indonesia $5,200, USA $52,000)
Exports: $846.1 million (2011 est.)
stone, olives, fruit, vegetables, limestone
Imports: $5.474 billion (2011 est.)
stone, olives, fruit, vegetables, limestone
Imports: $5.474 billion (2011 est.)
Ekonomi Gaza tidak tercatat, mengikut West Bank.
Jika anda perhatikan, nilai expor tidak sepadan dengan nilai
impor. Darimana Palestina punya uang untuk belanja impor dan menjalankan roda
pemerintahan?
Palestina adalah negara yang memiliki ketergantungan tinggi
kepada bantuan asing untuk menjalankan kehidupannya. Merupakan salah satu
negara penerima bantuan tertinggi di dunia. Negara-negara donor bagi Palestina
adalah Amerika dan Canada, Uni Eropa, Arab, Israel dan Jepang.
Jika anda menyimak pertikaian Israel - Palestina, anda akan
melihat, bahwa Israel selalu berkonflik di Gaza, yang dikuasai oleh Hamas.
Sementara otoritas Palestina di West Bank tidak menurunkan militernya, apalagi
menembakkan roket ke Israel. Pembelaan aktif yang tidak ada terhadap wilayah negaranya
yang dibombardir negara lain.
Sebagai analogi, jika Kalimantan Barat dibombardir Malaysia,
apakah kita membiarkan Kalimantan Barat untuk membela diri sendiri saja? Tentu
tidak. Pemerintah pasti mengirim TNI.
Terlihat sekali bahwa Otoritas Palestina melakukan pembiaran
atas perilaku Israel membombardir Hamas, sekalipun terlihat kuatir terhadap apa
yang terjadi atas penduduk sipil di situ. Namun, tidak melakukan apa-apa yang
berarti. Malah, Israel menurunkan angkatan daratnya untuk mencari Hamas. Otoritas
Palestina tidak bereaksi.
Pembelaan justru datang dari Hezbollah, yang selain meluncurkan
roket dari Lebanon, juga akan menerjunkan pasukannya. Hamas memang memiliki
hubungan erat dengan Hezbollah.
Dari sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pertikaian ini secara
khusus adalah antara Israel dengan Hamas. Bukan Israel dengan Palestina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar